Pada tanggal 1 Agustus 1958, atas prakarsa Tokoh masyarakat dan ulama di Desa Menoreh, sepakat mendirikan Madrasah Wajib Belajar, Sebuah Jenis sekolah yang ada di jaman orde lama setingkat Sekolah Dasar di jaman sekarang. MWB (singakatan dari Madrasah Wajib Belajar) yang diberi nama Tarbijatus Sibjan (baca: Tarbiyatus sibyan) ini berjalan beberapa tahun dengan kepala Madrasah Bp.Jamilan Hadi Suyitno yang beliau adalah salah satu tokoh Muhammadiyah di Menoreh Salaman.

Semula madrasah berdampingan dengan Pondok Pesantren Milik Bp.Kyai Much. Cholil,Tokoh agama setempat, namun kurang lebih 10 tahun kemudian Madrasah berpindah beberapa meter dari sekitar pondok mengaji tersebut yaitu lokasi yang sampai saat ini berada. Bangunan yang dibuat lebih bagus dan rapi namun belum berupa bangunan tembok. Setelah beberapa tahun berjalan, bangunan tembok mulai didirikan, dan tempat belajar harus berpindah sementara ke lokasi yang jauhnya sekitar 150 m dari lokasi semula yaitu di rumah warga yang sering disebut masyarakat sekitar dengan “Ndalem Lor”.

Waktu pun berjalan Kepala Sekolah juga mengalami pergantian, yaitu Bp.Jamilan Hadi Suyitno diganti Ibu Dariyah , seorang tokoh Wanita lokal daerah Menoreh. Kemudian MWB pun berganti menjadi Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah Menoreh,seiring dengan bergulirnya waktu. Pada era 1970-1980 an Masa Kepala Madrasah pengganti, yaitu Bp. Jauhari, Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah Menoreh juga mengklaim diri sebagai SD Muhammadiyah Menoreh disebabkan beberapa hal , Sehingga sering disebut SD/MI Muhammadiyah Menoreh . Hal ini terbukti dengan pihak sekolah mengeluarkan 2 Ijazah waktu lulusan siswa , yaitu dari DEPAG ( sekarang Kemenag) dan DEPDIKBUD (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sekarang ).

Karena faktor aturan pemerintah maka SD/MI Muhammadiyah Menoreh harus memilih salah satu status sekolahnya pada Tahun 1985. Berdasarkan kemufakatan dari persyarikatan Muhammadiyah Setempat maka dipilih SD Muhammadiyah Menoreh dan menginduk kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu. Nama Sekolah SD Muhammadiyah Menoreh tetap digunakan tanpa ada perubahan sedikitpun sampai sekarang.

Masa pergantian kepala Sekolah dari Bp. Jauhari menjadi Kepala sekolah berikutnya yaitu Bp.Musjfaun berlangsung pada Tahun 1986. Perjalanan kepemimpinan Bp H.Musjafaun,A.Ma ini berlangsung cukup lama, karena terpilih beberapa periode yaitu beliau menjabat sebagai kepala sekolah SD Muhammadiyah Menoreh tercinta sampai Tahun 2005. Status sekolah swasta “disamakan” merupakan label pada saat itu, kurang lebih mulai tahun 2000an istilah status disamakan diganti dengan Terakreditasi, Alhamdulilahnya sejak adanya akreditasi tahun 2004 sampai akreditasi terakhir Tahun 2015, SD M Menoreh selalu mendapatkan Nilai A.

Pergantian Kepala Sekolah berikutnya terjadi di Bulan Juli Tahun 2005, Dan Bp.H. Musjafaun,A.Ma digantikan oleh penerusnya yaitu Bp. Rambat,A.Ma. Di era kepemimpinan beliau , kemajuan SDM Menoreh dipertahankan. SDM Menoreh yang termasuk sekolah perintis karena sering menjadi sekolah pertama kali yang memiliki inovasi peningkatan mutu pelayanan , menjadikan sekolah ini tetap survive ditengah kompetisi sehat dengan sekolah lain. SD M Menoreh merupakan Sekolah yang menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum pembelajaran pagi sejak 1998, pembelajaran TIK Komputer sejak 2003, Memiliki Corps Marching band mulai awal Tahun 2005, Sekolah sudah mampu membuat majalah kecil sejak Tahun 2005, dan inovasi lainnya.

Periode Kepala Sekolah berikutnya ditandai dengan purna tugas Bp. Rambat,A.Ma di tahun 2010, beliau masih membaktikan diri sampai Tahun 2011. Dan pada tahun 2011 Bapak Rambat diganti oleh Ibu Ely Budi Prawesti, salah seorng guru SDM Menoreh yang notabene juga alumni Siswa SDM Menoreh Lulusan tahun 1992. Ibu Ely Budi Prawesti,S.Pd. yang melanjutkan estafet keemimpinan di SDM Menoreh senantiasa berjuang mempertahankan kemajuan dan mutu SD Muhammadiyah Menoreh, meski di era beliau tim pendidik/guru yang PNS mulai berkurang bahkan habis, dan berarti tinggal guru wiyata bhakti dan guru tetap yayasan. Namun hingga saat ini SD Muhammadiyah Menoreh tetap survive bertahan, bahkan kian lama berkembang mengikuti perkembangan zaman. Beliau sampai Tahun 2020 ini masih menjabat sebagai kepala sekolah yang memasuki periode ketiga masa jabatan Kasek.